Sabtu, 06 Februari 2010

Menjadi Pemimpin Yang Efektif



Mengambil kesempatan akhir pekan diawal bulan Februari, tanggal 6 - 7, sejumlah pengurus OSIS, pengurus kelas dan para pendamping kesiswaan mengadakan kegiatan yang bertajuk Latihan Kepemimpinan Siswa. tema yang diusung kali ini adalah "Menjadi Pemimpin Yang Efektif". kegiatan yang diikuti oleh 32 orang siswa ini dikomandoi oleh Ibu Susi Candrasari, S.Pd sebagai ketua seksi kesiswaan.

kegiatan yang merupakan agenda tahunan OSIS ini merupakan upaya membekali para pengurus OSIS baru dalam melaksanakan tugasnya untuk periode 1 tahun ke depan. dalam kesempatan ini hadir Bpk. Indra bertindak sebagai narasumber utama bersama dengan team kesiswaan SMPK Kesuma Mataram.

Kegiatan yang dibuka oleh Suster Kepala Sekolah ini diisi dengan berbagai materi dan juga permainan-permainan yang memupuk kerjasama antar anggota OSIS. Selain itu para peserta juga diajak untuk saling menghargai dan saling melengkapi, hal ini diwujudkan lewat kegiatan menggambar bentuk tubuh dan kemudian menuliskan identitas dan saling memberikan masukan.
Salah satu peserta dari kelas 7C, kessha mengungkapkan kesannya "saya senang dapat mengikuti kegiatan ini, harapannya dengan kegiatan ini bisa lebih mandiri, bisa bertanggng jawab, bisa menjadi pemimpin yang baik...kegiatannya menarik karena kreatif".
di lain pihak suster kepala sekolah menyampaikan banyak terima kasih pada para guru yang telah memprakarsai kegiatan ini. "Pemimpin harus punya inisiatif, berani menunjukkan keberanian, kreatifitas" demikian disampaikannya kepada para peserta saat menutup kegiatan ini. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian bingkisan dari OSIS kepada Bapak Indra selaku narasumber, dan ditutup dengan makan siang bersama.Selamat menjadi pemimpin-pemimpin muda
Maju OSIS SMPK Kesuma Mataram...

Minggu, 31 Januari 2010

2.4 Metode EPA (Eksplorasi Pengenalan dan Aplikasi Konsep)

Model pembelajaran EPA pertama kali diperkenalkan oleh Rudi Prakanto. EPA kependekan dari Eksplorasi, Pengenalan dan Aplikasi Konsep. Menurutnya metode ini menekankan pada cara belajar sesuai dengan kebutuhan siswa. Proses belajar mengajarnya sesuai dengan pengetahuan awal siswa sebelum belajar. Ide dasar pemikirannya adalah siswa secara aktif membangun pengetahuan dengan cara terus-menerus menemukan sendiri melalui kegiatan nyata di sekolah. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode EPA fisika melalui tiga tahap yaitu, tahap eksplorasi, tahap pengenalan, dan tahap aplikasi konsep

Kamis, 28 Januari 2010

Yogya…..Sejuta Kenangan Jadi Satu


“If you don’t’t learn, you will die”…..Sebuah ungkapan yang memberi makna bahwa belajar seperti energi bagi kehidupan. Banyak orang mati ( kreatifitas, idealisme, harapan juga mimpi-mimpinya ) karena tak menghayati filosofi ini.Belajar nestinya menjadi kebutuhan, suatu keharusan untuk menjadikan hidup lebih bermakna.
Dengan mengusing tema “Meningkatkan kompetisi guru” dan meningkatkan profesionalisme yang bermuara pada memberikan pelayanan terbaik, maka pada tgl 28 Desember s/d 3 Januari yang lalu, sebuah agenda besar di akhir tahun 2009 digelar, study banding dengan memilih 2 sekolah favorit langsung di jantung pendidikan Nasional kita, Yogyakarta.
Yogyakarta, kami datang!!!!
Bukan tanpa alasan, karena parameter pendidikan di republik ini masih berkiblat pada sekolah-sekolah terbaik di Jawa. Diharapkan dengan kunjungan singkat di kota Gudeg ini para guru mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, minimal adalah ispirasi untuk meningkatkan kinerja.
Diantara oleh-oleh hasil berburu di Malioboro, cerita tentang Hening kontenplatif Sendangsono dan Gua Maria Tritis, decak kagum akan kemegahan Borobudur dan Prambanan, gemulai penari cantik dalam sendratari Ramayana dan kenangan kebersamaan manis lainnya, ada pertanyaan besar yang harus terjawab: “Apa pengalaman yang berharga yang bisa di petik dari pengalaman ku kali ini”
Oleh-oleh “Made in Yogya”
Dari dua sekolah yang dikunjungi, penulis mencatat hal-hal berikut yang layak jadi bahan refleksi pertama, mereka ( SMP Pangudi Luhur dan SMP Santa Maria Imaculata ) menjadi besar karena mengedapankan kedisiplinan dan kerjakeras. Sesuatu yang sebenarnya menjadi milik kita juga, namun belum maksimal kita lakukan. Ada yang secara sitemik di tanamkan pada warga sekolah dan diiktui dengan segenap kepatuhan. Ada keteraturan yang tidak dipaksakan namun di hayati karena akan melahirkan harmoni. Ini “mungkin” yang perlu kita bangun dan tingkatkan.
Kedua, perasaan ”memiliki” sekolah. Semangat yang dilandasi oleh “Self Of Belonging” tampak nyata pada kedua sekolah tersebut ,contoh konkrit, kedua sekolah tersebut tampak asri karena tak ada coratan pada meja atau bangku belajar di kelas, semua tertata rapi. Sekolah jadi komunitas dimana setiap orang menyadari sungguh tugas dan tanggung jawabnya.
Ketiga, kegiatan extra dengan berbagai ragam kegiatan non akademis diikuti siswa dengan kesungguhan dan siswa-siswi berusaha mengukir prestasi dan mengeksplore potensi diri, sekolah memfasilitasi dan mengapresisasi kreatisfitas siswa dengan menampilkannya lewat event yang ada di sekolah untuk hal tersebut kita perlu memprogramkan dan menjadikannya kegiatan rutin dalam program OSIS. Dengan demikian tersedia ruang dan waktu yang cukup bagi yang unjuk kebolehan dan eksprisi diri.
Para spyker,zZ…ada beitu banyak hal yang dibisa ditulis dan layak untuk kita tampilkan, namun dalam rubric kecil ini rasanya tidak cukup, untuk menuliskan semua itu. Namun….jika harus menyimpulkan dalam suatu kalimat, maka semua akan terungkap dalam ungkapan :
“Sebuah langkah kecil untuk suatu perubahan adalah lebih baik daripada rencana besar dalam angan-angan”
Itulah sedikit oleh-oleh dari kota “Pelajar” Yogyakarta…..
kalau boleh meminjam kata DAGADU…”Kapan ke Yogya lagi ?” sebuah ungkapan rindu yang pantas terucap untuk sejuta kesan yang boleh terugkap. ( HY)

Senin, 18 Januari 2010

Bahan Ujian Nasional Praktek Komputer Tahun Pelajaran 2009-2010

MICROSOFT WORD
1.Mengatur Margin dan Paper Size
2.Mengatur jenis font dan ukuran font, penerapan Bold, Italic, Underline, mengatur perataan teks
3.Mengatur spasi
4.Membuat Superscript dan Subscript, symbol, Bullet and numbering
5.Membuat Tabel
6.Equation Editor
7.Bentuk kolom

MICROSOFT POWERPOINT
1.Membuat slide baru
2.Memasukkan teks dengan word art dan text box pada sebuah slide
3.Memasukkan gambar
4.Memberi Background slide
5.Memberikan efek animasi
6.Mengatur slide transition
7.Action Button & Hyperlink


MICROSOFT EXCEL
1.Membuat tabel pada excel
2.Memformat data ( Date, mata uang )
3.Menggunakan fungsi SUM, MAX, MIN, AVERAGE
4.Menggunakan fungsi LEFT, RIGHT, MID
5.Menggunakan fungsi IF
6.Menggunakan kombinasi fungsi IF dan LEFT, IF dan MID, IF dan RIGHT
7.Menggunakan fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP

Senin, 30 November 2009

Mendidik Sebagai Sebuah Panggilan


“Siapa yang tidak tahu profesi guru ?” Memandang profesi seorang guru harus sebagai sebuah panggilan hidup, niscaya kita akan mengalami kebahagiaan, kedamaian dan merasa bernilai.
Menjalani profesi seorang guru sama halnya dengan profesi dokter atau perawat adalah sebuah paggilan hidup. Dimana kita berusaha untuk membantu mengembangkan anak didik yang dipercayakan pada kita untuk menjadi lebih sempurna, sehingga seorang guru pasti berkorban untuk berusaha membantu siswa-siswinya maju. “Kalau mau jadi seorang milyuner, jangan menjadi guru”, demikian di ungkap Rm. Paulus Suparno, SJ, saat memberikan penyegaran rohani bagi guru dan karyawan Yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok. Melalui pernyataan itu, rm. Paul, demikian biasa beliau disapa, mengajak para guru dan pegawai di lingkungan Yayasan Insan Mandiri ini untuk mengutamakan pelayanannya ini menjadi sebuah panggilan hidup dari pada mengejar materi.
Kegiatan yang berlangsung 3 hari, sejak 27 – 29 November 2009 ini, mengambil tema : Integritas Panggilan Seorang Pendidik”. Acara yang merupakan agenda rutin setiap tahun ini, diikuti oleh ± 150 orang terdiri dari kepala sekolah, guru dan pegawai di lingkungan Yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok.
Dalam kesempatan ini, Rm. Paul seorang Imam Jesuit dan juga mantan rektor Universitas Sanata Darma Yogyakarta ini, mengajak kita semua merefleksikan kembali panggilan kita sebagai seorang guru. Dalam keseharian tugas kita mendampingi anak didik tentu banyak suka dan duka kita lewati. Dalam hal ini Rm. Paul menguatkan kita semua, untuk melihat semua itu sebagai hal yang harus dilewati dalam menjalani tugas panggilan dan perutusan ini. Seorang guru juga harus mempunyai rasa kasih pada anak didiknya, harus lebih mengerti persoalan yang dihadapi anak-anak dan mampu memberikan bantuan untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi anak. Selain sebagai sebuah panggilan hidup, guru sebagai seorang pendidik lewat bidang studi yang diajarkannya juga harus mampu membantu anak didiknya menjadi lebih cerdas dan baik, mampu memberikan pendidikan nilai. Dalam kesempatan itu, Rm. Paul juga mengajak para peserta untuk selalu menumbuhkan budaya kerjasama secara sinergis dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. “Komunikasi sinergis dalam sebuah sekolah akan membuka hati, pikiran, ekspresi pada sesuatu yang baru, sehingga akan membawa kemajuan bagi sekolah tersebut”, demikian tegasnya.
Dalam kegiatan ini peserta juga diajak mensharingkan pengalaman-pengalaman mereka dalam keseharian melaksanakan tugas di unit kerja masing-masing. Sehingga di harapkan melalui sharing ini, semakin meneguhkan dan semakin memperkaya pengalaman satu dengan yang lain. Kegiatan ini sendiri di tutup dengan Misa Kudus, sekaligus merayakan Hari Minggu Adven I.
Dalam kesempatan penutupan, ketua BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok, Bpk. A. I Nyoman Sukertha, menegaskan pada setiap peserta untuk benar-benar membawa hasil penyegaran rohani ini menjadi sebuah kekuatan baru dalam melaksanakan tugas di unit masing-masing sehingga dapat mewujudkan ciri pendidikan Katolik yang kental akan nilai cinta dan kasih. Semoga….

Selasa, 24 November 2009

Menjadi Guru,Teman Dan Sahabat Bagi Anak...Sebuah Refleksi Pendampingan Anak


Hari ini...tepat tanggal 25 November 2009, peringatan hari GURU. sebuah peringatan yang didekasikan khusus bagi orang-orang yang berprofesi sebagai guru.
Menjadi guru memang sebuah profesi, tapi lebih dari itu terkandung makna mendalam yang melekat pada profesi itu.

Menjadi guru bolah dikatakan juga sebagai sebuah panggilan. panggilan pada tugas mulia mendampingi anak didik dalam menggapai cita-cita. seorang guru dewasa ini tentunya tidak hanya menjadi 'Mesin Pentransfer' ilmu pengetahuan dan teknologi pada anak didik. Tuntutan era globalisasi, dimana teknologi semakin canggih, ilmu pengetahuan maju pesat mengharuskan guru juga peka pada perubahan tersebut. berkembangnya media pembelajaran merangsang guru untuk berpikir kritis dan lebih kreatif untuk mengembangkan materi pelajaran.

Di lain pihak, perkembangan zaman membawa dampak terjadinya degradasi moral. Banyak anak-anak yang kurang dalam sikap, rasa hormat pada orang tua dan guru, kurang mempunyai spirit untuk berjuang/mudah menyerah, singkatnya menjadi generasi yang 'Instan'.
menyikapi hal tersebut, tuntutan pada seorang guru tidak lagi hanya sebagai seorang pengajar di kelas. Di lain pihak guru juga menjadi tempat bernaung bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan. 'Menjadi guru seklaigus teman bagi anak ?' hal ini mungkin dapat dilakukan sebagai upaya menjadi pendamping bagi ank-anak. Guru juga kadang-kadang menjadi tempat 'Curhat' berbagai persoalan anak yang dialaminya dewasa ini, untuk itu tidak ada salahnya, seorang guru juga mampu menjadi teman bahkan sahabat bagi anak.
Selamat hari Guru...
Semoga menjadi guru yang baik...menjadi teman/sahabat anak...
Semoga....

Sabtu, 31 Oktober 2009

"Pelatihan Jurnalistik", Sejuta Kesan Jadi Satu


“Kegiatannya seru, capek tapi puas, banyak mendapat pengalaman baru” demikian kesan yang didapatkan para peserta pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang diadakan SMPK Kesuma Mataram, 28 – 31 Oktober.

Pelatihan yang digelar dalam rangka mengisi Bulan Bahasa ini diawaki oleh wadah jurnalistik SMPK Kesuma Mataram dan diikuti oleh 37 peserta, yang berasal dari SMAK Kesuma Mataram, kaum muda dari Paroki Mataram dan tentunya dari SMPK Kesuma sebagai tuan rumah.

Dalam laporan panitia, Albertus Ganjar PW, yang akrab dipanggil kak Bowo, menegaskan tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan dunia tulis menulis dan bagaimana menjadi wartawan kecil di sekolah kita masing-masing. Sementara itu, wakil kepala SMPK Kesuma, M. Wayan Karyawan, S.Ag, saat membuka secara resmi kegiatan ini, menegaskan pada peserta untuk menggunakan kesempatan ini dengan baik. ‘Saya sudah 27 tahun menjadi guru di SMPK ini, baru kali ini ada kesempatan khusus untuk berlatih menjadi wartawan cilik’ demikian tegasnya.

Hadir dalam pelatihan ini, 2 orang nara sumber dari Komisi Komunikasi Sosial ( KOMSOS ) Keuskupan Denpasar. Emanuel Dewata Oja dan Hironimus Adil. Pak Edo, panggilan akrab Emanuel Dewata Oja, sehari-hari adalah pimpinan redaksi harian Fajar Bali sedangkan Hironmus Adil yang akrab di panggil kak Hiro adalah wartawan majalah Agape, majalah milik Keuskupan Denpasar.

Materi yang disajikan oleh para nara sumber antara lain pengenalan dunia tulis menulis, teknik, perencanaan peliputan dan teknik reportase, teknik penulisan berita, teknik wawancara, teknik penulisan feature dan penulisan artikel. Selain berupa materi, kegiatan juga diisi dengan praktek peliputan lapangan dan praktek penulisan berita.

“Seru, mendidik, dapat pengalaman baru, bisa jadi lebih tahu tentang dunia jurnalistik”, demikian kesan dari Feby, siswi kelas 8 SMPK Kesuma ini saat dihubungi Minggu (1/11 ). Kesan serupa juga disampaikan Amelia, ‘Kegiatannya keren, kita jadi punya pengalaman baru dalam menulis berita’, demikian komentar siswi yang akrab di panggil Amel ini.

Kesan serupa juga dirasakan oleh seluruh peserta pelatihan ini, tak kalah para nara sumber pun mempunyai kesan tersendiri saat memberikan pelatihan ini. ‘Adik-adik cerdas-cerdas, kemampuan menulisnya bagus, tinggalkan terus dikembangkan,’ demikian disampaikan Pak Edo. Tak kalah pentingnya juga adalah pesan Pak Edo untuk semua peserta, ‘Teruslah belajar, jangan takut untuk menulis dan juga rajinlah membaca untuk memperluas wawasan kita’ ungkapnya.

Terima kasih untuk semua pengalaman baru ini, semoga kita semua berani untuk tetap berlatih, berlatih dan berlatih…Maju terus Jurnalistik SMPK Kesuma….!!!

Mid Praktek Kelas 9 Semester Gasal 2016

Soal : 1. Sebutkan beberapa layanan yang ada di internet, kemudian jelaskan ! 2. Jelaskan cara pembuatan email Jawaban diketik di MS Wor...