Senin, 23 Januari 2012

Mid Semester Gasal 2011-2012


Carilah cara-cara membuat BLOG di internet, buat dalam bentuk dokumen dengan MS. Word atau Open Office Writer, kirim via email sebagai lampiran ke alamat email : wibowokesuma@gmail.com.
Email paling lambat di terima tanggal 9 Februari 2012

Sabtu, 17 September 2011

Remaja dan Internet


Kemajuan bidang teknologi informasi ( TI ) sungguh sangat pesat. Berbagai penemuan baru dan juga teknologi baru bermunculan bak jamur di musim hujan. Kemajuan itu tentunya membawa pengaruh positif bagi kehidupan manusia. Bayangkan saja, sedemikian mudahnya kita mendapatkan informasi hanya melalui genggaman tangan melalui HP atau smart phone lewat akses internet.
Berbagai kemudahan ini tentunya secara sosial budaya membawa trend cara hidup yang baru, khususnya di kalangan remaja, yang boleh di bilang paling akrab dengan bidang TI, khususnya sebagai pengguna internet. Munculnya berbagai situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, My Scape dan masih banyak lagi, tentunya membawa pengaruh positif. Tentunya tidak hanya soal jejaring sosial, yang boleh dikategorikan sebagai penggunaan internet untuk hiburan, penggunaan internet untuk kepentingan lain juga dilakukan oleh remaja, misalnya pembuatan blog. Melalui pembuatan blog, remaja dapat menuangkan bakat menulisnya sehingga tidak hanya akrab dengan internet tapi juga bisa mengasah ketrampilan jurnalistiknya.

Disini lain, kemajuan bidang TI, khususnya internet perlu juga di waspadai. Pornografi, kekerasan banyak tersaji di dunia maya ini, kontrol orang tua dan kesadaran remaja itu sendiri menjadi hal penting untuk menangkal semua itu. Memberi pengertian bagaimana "Berinternet Yang Sehat" tentunya lebih efektif ketimbang kita sibuk untuk mencari teknologi untuk menangkal pornografi atau kekerasan yang tersaji di internet yang sedemikian maraknya. Remaja hendaknya diberi pengertian yang cukup dari orang tua dan guru, dan yang tidak kalah penting remaja juga harus diberi kepercayaan, 'Mereka juga tahu koq mana yang baik dan mana yang buruk', mungkin ini yang harus kita lakukan.


Rabu, 16 Februari 2011

Berbagi Kasih










Sebagai program rutin OSIS SMPK KESUMA Mataram, kegiatan sosial di awal tahun ini dilaksanakan di SLB Darma Wanita Mataram. sejumlah perwakilan OSIS beserta Bapak/Ibu pembina mengadakan kunjungan sosial ke SLB Dharma Wanita Mataram.
Sambuatan hangat dari para staf dan siswa-siswi SLB sangat terasa saat rombongan OSIS SMPK KESUMA sampai di tempat tersebut. "Kami sangat senang mendapat kunjungan dari para guru dan siswa-siswi SMPK KESUMA", demikian dikatakan Pak Tri, perwakilan staf dari SLB Darma Wanita. Dalam kesempatan ini, perwakilan OSIS SMPK KESUMA Mataram menyerahkan bingkisan kepada para siswa-siswi di SLB tersebut. "Acara ini merupakan inisiatif anak-anak SMPK, mereka mengadakan bazaar dan mengumpulkan donasi untuk kegiatan ini", tegas Bpk. Karyawan saat memberi sambutan mewakili SMPK KESUMA. Hal senada juga dikatakan Sasa, ketua OSIS, "Kami senang bisa berkunjung ke tempat ini, untuk saling berbagi dengan teman-teman disini.

Pada kesempatan ini, para siswa-siswi SLB Darma Wanita Mataram menyuguhkan atraksi untuk menghibur kita semua yang hadir. Salah satu yang mendapat perhatian adalah pantomim dari M. Zaenudin, juara nasional pantomim. "Kami kagum akan bakat dan kemampuan teman-teman disini, mereka tidak kalah dengan anak-anak yang normal" demikian ungkapan dari siswa-siswi SMPK KESUMA yang mengikuti kegiatan ini.

Sebagai bentuk kebersamaan, para siswa-siswi SLB dan SMPK membagikan bingkisan dan makan bersama dengan seluruh bapak/ibu guru. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan guna memupuk solidaritas dan sebagai upaya pembinaan melalui pendidikan karakter dengan sebuah kegiatan nyata.

Selasa, 18 Januari 2011

Kunjungan VHHS South Australia



Berkaitan dengan Sister School antara SMAK KESUMA Mataram dengan Victor Harbor High School South Australia, maka baru-baru ini, 5 orang dari VHHS berkunjung ke SMAK dan SMPK KESUMA Mataram. Dalam kunjungannya ke SMPK KESUMA Mataram, rombongan VHHS yang terdiri dari Mr. Peter Crowford dan Mrs. Nikky Crowford, Mr. Tim Rodgers dan Mrs. Candice Rodgers dan Mrs. Jo.

di SMPK KESUMA Mataram, rombongan dari VHHS di terima oleh seluruh dewan guru dan Staf TU serta beberapa perwakilan siswa.
Dalam kunjungan ini, rombongan menyempatkan diri mengajar di kelas 9A dan kelas 8A. Pak Tim, demikian biasa di sapa, menyempatkan mengajar di kelas 8A. antusias anak-anak berinterkasi sangat terasa, khususnya ketika Pak Tim yang di dampingi Ibu Yuni, Guru Bahasa Inggris SMPK KESUMA, mengajak anak-anak belajar Bahasa Inggris dalam bentuk permainan.
Tak kalah menarik di kelas 9A, Ibu Nikky, Ibu Jo dan Ibu Candice yang didampingi Ibu Arini, berinterkasi dengan anak-anak melalui presentasi yang ditampilkan anak-anak.
Demikian pula sebaliknya saat pergantian jam pelajaran, Pak Tim giliran mengajar di kelas 9A, Ibu Jo dan teman-teman mengajar di kelas 8A.

"Mengajarnya enak, lucu dan menarik", demikian dikatakan Veve, siswi kelas 8A saat ditanya soal kesan saat menerima pelajaran dari Pak Tim dan Ibu Jo. Hal serupa juga dikatakan rombongan dari VHHS mengenai siswa-siswi SMPK. "Mereka sangat antusias belajar Bahasa Inggris", demikian tegas mereka.

Semoga kunjungan ini menjadi awal kerjasama yang baik antara SMPK KESUMA dan Victor Harbor High School,

Sabtu, 20 November 2010

Jadi Pemimpin, Siapa Takut ??









"Apa kabar ? Luar Biasa..!!", demikian seruan yang terus mendengung membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS Periode 2010-2011. LDK yang untuk sekian kali diadakan ini dimaksudkan untuk memberi bekal kepimpinan kepada para pengurus OSIS yang baru dan juga perwakilan kelas. Acara yang digawangi oleh seksi kesiswaaan ini berlangsung 20-21 November, mengambil tempat di aula SMPK Kesuma Mataram.


"Jadi Pemimpin, siap takut?", demikian tema yang diangkat pada kegiatan ini. "Tema ini sengaja dipilih, untuk memberikan suatu tantangan pada para peserta, untuk menumbuhkan keberanian dalam diri peserta", demikian dikatakan Ibu Susi Candrasari, S.Pd, koordinator kesiswaan SMPK Kesuma.

Acara yang diikuti oleh 48 OSIS dan perwakilan kelas ini didampingi oleh P. Sigit Pawanta, SVD, seorang pastor dan psikolog dari Universitas Sanata Darma Yogyakarta."Setiap kita diberi anugerah oleh Tuhan, seharusnyalah kita bersyukur dan memanfaatkan semua itu" demikian disampaikannya saat memotivasi para peserta.

Dibagian lain Romo Sigit, demikian ia disapa menegaskan soal kepercayaan diri. Hal ini penting bekal seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus PD, bagaimana ia menjadi pemimpin yang disegani dan mampu mempengaruhi orang lain, jika ia tidak memiliki kepercayaan diri.

Selain materi tentang kepemimpinan dan public speaking, dalam LDK ini para peserta juga dilatih tentang diskusi dan teknik berdebat serta pembuatan proposal.

Semoga dengan LDK ini dapat menjadi bekal sebagai sebuah proses untuk menjadi seorang pemimpin. Dan akhirnya setiap peserta dapat menjawab pertanyaan besar yang menjadi tema LDK ini : "Menjadi pemimpin, siapa takut ?"

Jumat, 29 Oktober 2010

Pembinaan Suara Hati, sarana pendidikan karakter



Sebagai kegiatan rutin setiap tahunnya, PSH atau pembinaan suara hati bagi kelas 9, tahun pelajaran ini dilaksanakan dari tanggal 19-21 Oktober 2010 bertempat di rumah retret Ar-yo Ampenan. Dengan didampingi beberapa guru sebagai pendamping, acara ini dikemas sedemikian rupa sehingga ada unsur bermain, kerjasama kelompok, renungan dan materi dari beberapa narasumber yang dihadirkan. Kegiatan ini sendiri mengambil tema : MENDENGAR SUARA HATI

Acara ini dibagi dalam 2 gelombang, yaitu gelombang I untuk kelas 9A dan 9B, gelombang II untuk kelas 9C dan 9D. Acara pembinaan diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh Bpk. M. Wayan Karyawan mewakili Kepala sekolah yang berhalangan hadir. "Kami mengharapkan semoga kegiatan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari ini, dapat diikuti dengan baik sehingga memiliki pengaruh pada perkembangan kepribadian kita" demikian di tegaskannya.

Dalam kesempatan ini, hadir sebagai narasumber utama adalah Rm. Fransiskus S, SVD dan dr. Reny B, MPH. Dalam sessionnya, Rm. Frans begitu biasa beliau disapa, mengajak para siswa untuk belajar mendengar suara hati. "Suara hati sebagai penuntun hidup kita" begitu tegasnya.
Di bagian lain, dr. Reny, mengajak anak-anak untuk mengenal diri mereka sendiri lewat sessi Kesehatan Reproduksi Remaja. Remaja harus menghindari pergaulan bebas, kita harus menghargai tubuh kita, karna itu adalah anugerah Tuhan.
Selain 2 sessi utama dari para narasumber, anak-anak juga diajak untuk menuliskan kesalahan/dosa,kekurangan dan juga kelebihan serta cita-cita mereka. Dari Hasil tulisan mereka tersebut kemudian dibawa dalam renungan dan doa malam yang lambungkan dari masing-masing agama. hal yang tak kalah menarik adalah beberapa dinamika kelompok yang sengaja dibuat untuk lebih meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok.
"Seru, asik, banyak manfaatnya untuk perkembangan kepribadian kita" demikian dikatakan Elisabeth dan Laras, siswi kelas 9B saat ditanya kesan mereka tentang kegiatan PSH. "Klo boleh diulang lagi" tambahnya.
semoga dengan kegiatan ini, benar-benar menjadi sarana pendidikan karakter. Siswa tidak hanya pandai dari segi intelektual, tetapi kepribadiannya juga berkembang.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Refleksi 56 Tahun SMPK Kesuma Mataram

“Tidak berani mengevaluasi diri sama saja dengan omong kosong”, ungkapan ini mungkin tidak berlebihan, karena tanpa evaluasi tentunya kita tidak bisa berbuat sesuatu yang “LEBIH” di masa yang akan datang. Kita akan terjebak pada rutinitas yang sama, tanpa ada penyegaran dan pemaknaan lebih dalam akan karya dan pelayanan kita.
Hal inilah yang melandasi mengapa SMPK Kesuma Mataram mengadakan kegiatan refleksi perjalanan 56 tahun SMPK Kesuma Mataram dalam karya dan pelayanan pendidikan di NTB, khususnya di kota Mataram ini. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (16/10), bertempat di aula rumah makan Aloha ini, sengaja kami lakukan untuk melihat kembali SMPK Kesuma ini, mengapa jumlah siswa yang masuk ke SMPK dari tahun ke tahun semakin turun ? demikian ditegaskan Sr. Rafaellien, AK, SFk saat membuka kegiatan ini.
Hadir dalam refleksi ini antara lain Ketua Yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok Bpk. A. Nyoman Sukertha, Pengawas Yayasan, Bpk. Drs. Bernardus Sore, beberapa mantan kepala sekolah, seperti Bpk. P.C Ngadiyo, Bpk. E. Djoyo Sumpeno dan juga mantan ketua yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok ( dulu Yayasan Swastiastu ) Bpk. Yakobus Frans serta kepala sekolah, dewan guru dan staf tata usaha di lingkungan SMPK Kesuma Mataram.
Lewat refleksi ini seluruh dewan guru, staf pegawai dan juga kepala sekolah diajak untuk melihat kembali kualitas pelayanan yang sudah berikan. “Setiap warga sekolah harus mengetahui dengan jelas visi dan misi sekolah”, demikian dikatakan Bpk. Bernardus Sore dalam sessi pertama tentang pendidikan di sekolah Katolik. Ada 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu : guru, kurikulum, evaluasi dan sarana prasarana. Disamping itu Pak Bernard, demikian biasa beliau disapa, mengatakan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar, guru dalam aktivitasnya harus mengedapkan pelayanan kasih, sehingga anak-anak merasa nyaman dan betah untuk belajar. Selain itu kurikulum yang disajikan harus memiliki daya pikat sehingga menjadi “Nilai jual sekolah” pada masyarakat. Guru juga harus memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan profesinya. Selain komponen guru, sekolah juga harus berani mengevaluasi diri, mengetahui dengan pasti kelemahan dan kekuatan sekolah untuk menjadikan sekolah itu lebih maju. Sekolah juga harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, kebersihan perlu diperhatikan, penyediaan sarana belajar seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium-laboratorium, sarana internet, juga harus menjadi fokus sekolah untuk menjadikan sekolah itu lebih bermutu. “Tidak perlu berlabel sekolah internasional, tetapi karya dan pelayanan kita harus internasional”, demikian tegasnya.
Sedangkan pada bagian lain, Ketua Yayasan Insan Mandiri Denpasar Perwakilan Lombok, Bpk. A. Nyoman Sukertha mengajak seluruh komponen, dari yayasan, pengawas, kepala sekolah, guru dan staf tata usaha untuk berani mengevaluasi diri. Lewat analisa SWOT, Pak Kertha, demikian beliau akrab disapa, mengajak seluruh komponen SMPK Kesuma untuk mengevaluasi diri, sehingga sesudah ini kita dapat menentukan langkah yang pasti menuju perbaikan mutu karya dan pelayanan kita. “Jangan berhenti pada evaluasi, yang lebih penting membuat sesuatu rencana untuk kita laksanakan dimasa datang”, tegasnya.

Terima kasih sudah menjadi GURU
Demikian di sharingkan Bpk. E. Djoyo Sumpeno dan Bpk. PC. Ngadiyo, mantan kepala sekolah SMPK Kesuma Mataram yang hadir dalam refleksi 56 tahun SMPK Kesuma Mataram. Profesi guru tentunya tidak boleh dipandang sebelah mata. Lewat tangan seorang guru dilahirkan generasi-generasi bangsa yang cerdas dan trampil. guru menjadi ujung tombak dalam pendidikan di sekolah. Menjadi seorang guru juga sebagai sebuah panggilan hidup. “Guru harus menjadi teladan untuk semua”, tegas Bpk. Ngadiyo. Sementara itu Pak Joyo, mengingatkan kita semua akan kekuatan doa. Diawal-awal berdirinya SMPK Kesuma Mataram, semua komponen sekolah, kepala sekolah, guru dan anak-anak diajak untuk berdoa bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah ini, bahkan guru-guru yang Katolik diajak berkumpul dan berdoa lewat kegiatan Legio Maria. Pada bagian lain, Bpk. Yakobus Frans, mantan ketua yayasan menegaskan “Sekolah Katolik harus mencirikan pelayanan kasih, bukan hanya pelayanan biasa saja, sekolah Katolik harus memiliki daya pikat”, demikian tegasnya.
Akhirnya semoga lewat refleksi ini, SMPK Kesuma Mataram semakin mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, menjadi sekolah yang mimiliki daya pikat yang tetap mengedepankan pendidikan bagi semua orang khususnya bagi yang kurang mampu.

Maju terus SMPK Kesuma Mataram....Kamu PASTI BISA....!!
Green..Green yes...
Kesuma is the best..!!
Kesuma Yess...!!

Mid Praktek Kelas 9 Semester Gasal 2016

Soal : 1. Sebutkan beberapa layanan yang ada di internet, kemudian jelaskan ! 2. Jelaskan cara pembuatan email Jawaban diketik di MS Wor...